Sabtu, 20 Agustus 2011

OLIN (2 Hati 2 Dunia 1 Cinta)

Wajahnya biasa saja,tidak cantik tapi juga tidak jelek.Gadis itu tidak memiliki tubuh yang tinggi tapi dia memiliki kulit putih khas seorang keturunan oriental.
Dengan warna coklat yang berbinar yang begitu terpancar dari mata sipitnya.
Ahh...matanya,begitu banyak misteri yang tersirat dari matanya
Rambutnya berwarna hitam dan hanya terurai sebahu tapi dia selalu mengikatnya karena takut mengganggu sewaktu dia bekerja.
Dengan bibir merah merekah yang menggoda tiap mata yang memandangnya.
Giginya begitu rapi,sehingga ketika tersenyum akan membuat wajahnya terlihat seperti kelinci.Membuat setiap orang yang pernah melihatnya akan selalu memikirkannya lagi.
Gadis itu bernama Caroline Wijaya.



Selasa, 16 Agustus 2011

TENTANG KITA

"Gw suka sama lo tan,gw mau berhubungan lebih jauh lagi sama lo.Gw ga mau sekedar jadi sahabat lo lagi"
Suasana hening sejenak,hanya keluar anggukan dari Intan sebagai jawaban.Tapi itu sudah cukup buat Arya.
Cukup untuk mengakhiri penantiannya selama ini.

-_-

Ga terasa sudah sebulan sejak kejadian itu,hubungan mereka berjalan lancar walau sebenarnya jarang bertemu karena kesibukan untuk masuk kuliah.
Sebenarnya Arya ga enak dengan Intan karena jarang bertemu,tapi Intan selalu meyakinkannya bahwa tidak ada masalah selama saling percaya.
"Apa lo percaya ma gw tan?"tanya Arya suatu kali
"Aku kan selalu percaya padamu ar,tapi apa kau bisa untuk mempercayaiku"Intan bertanya balik
"Tentu,aku kan selalu percaya padamu??percaya 150% kepadamu"jawab Arya meyakinkan kekasihnya itu.
Intan hanya tersenyum mendengar jawaban itu,hanya kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya.

-__-

Sebulan setelahnya,mereka mulai sibuk dengan kuliah mereka masing-masing.
Intan kuliah mengambil jurusan komunikasi sedang Arya mengambil jurusan manajemen perhotelan.Walau jarang bertemu,mereka selalu berusaha untuk saling berhubungan.
Walau hanya lewat telepon atau sekedar lewat Sms.
Saat itu Arya sedang berada di Pelabuhan Ratu,Sukabumi.
Dia berada di sana atas ajakan teman-teman kampusnya yang kebanyakan memang berasal dari sana.
"udah ar ikut aja,lumayan kan ada libur 3 hari,gw jamin lo pasti puas d disana"ajak Jimmy teman sekelasnya di kampus.
Arya ke pelabuhan ratu bareng Rio,Wahyu,Jay,Rendy,Anjas,Leo dan Yahya.Dalam perjalanan Arya sempat SMS Intan untuk menanyakan kabarnya.
Tapi justru keanehan yg didapat oleh Arya??
A (arya) : Agy apa kamu??
I (intan) : maaf ini sapa ya??
A : siapa??ini aku tan,Arya
I : Arya,Arya yang mana yah.Aku ga kenal tuh??
A : hahh..kamu agy bcanda ya tan??masa sama pacar kamu sendiri lupa??
I : Pacar??mang kapan kita jadian??
A : sejak sebulan lalu,masa kamu lupa??
Setelah itu intan tak membalas,meninggalkan Arya dengan sejuta pertanyaan di kepalanya.

-___-

Hari pertama disana,Arya habiskan dengan melihat goa kelelawar.Agak bete juga karena kelelawarnya lama banget keluarnya,baru sekitar jam 5 sorean mereka keluar semua.
Sehabis dari sana kami memutuskan untuk bermalam di restoran pinggir pantai milik Iwan.
Malam itu terasa sangat menyenangkan.
Anak-anak pelabuhan mengadakan pesta untuk menyambut kami.Suasana riuh rendah diselingi dengan canda tawa kami.
Fauzi,Iwan,Jimmy,Ivan,Iman dan Boim menceritakan betapa indahnya Pelabuhan Ratu.
"Gw jamin lo pasti senang berada disini" hanya itu ucapan mereka,tapi cukup membuat anak-anak yang lain penasaran.
Memang seh kalau dibandingkan dengan jakarta mah beda jauh bgt.
Lagi asyiknya ngobrol,Arya merasakan getaran di kantongnya.Hapenya berdering,rupanya Intan yg menelepon.
"Halo"Arya memulai percakapan
"EH BANGSAT,GA USAH BANYAK BASA BASI LO!!!!LO ADA DIMANA SEKARANG" ternyata seorang pria yang menjawab teleponnya
"Hah..ini siapa ya"Arya bingung kenapa hape intan ada di tangan seorang pria??Dalam keadaan marah-marah pula.
"GW HERU..HERU PACARNYA INTAN"
Meledak hati Arya mendengar jawaban itu,sejuta pertanyaan kemudian menggelayuti perasaannya kini.
Heru??Arya kenal pria ini,dia adalah pacar Intan sebelum Arya.
Tapi sejauh yang Arya ketahui,bahwa mereka sudah lama putus.
Arya juga sempat menanyakan hal ini kepada Intan sebelum mereka jadian.Dan jawaban yang sama pun mengalir dari mulut Intan.
"WOYYyyy.....ANJING,KENAPA DIAM AJA LO???TAKUT HAHh...!!"ujar Heru dengan nada kemarahan,samar-samar Arya mendengar suara Intan di telepon dengan nada menangis.Dia mencoba membujuk Heru untuk menahan kemarahannya.
"Lo ada dimana sekarang,gw tungguin lo dirumahnya Dian.Gw mau bicara dan buat perhitungan sama lo"tambah Heru lagi seraya menantang Arya.
Arya hanya terdiam,dia sudah tak peduli lagi dengan segala kemarahan Heru.
Hati Arya terlalu perih saat ini,cinta yg sudah lama didambakannya,hanya membawa kepedihan begitu ia hadir.Tanpa sadar Arya mematikan teleponnya,meninggalkan Heru dgn sejuta kemarahannya.


-____-

"Mau kemana Ar" tanya Iman begitu melihatku beranjak dari tempat duduk.
"Mau jalan-jalan sebentar"jawab Arya singkat
Di pinggiran pantai,Arya menepikan langkahnya.Kini hanya kalut dan bimbang yg meraja di hatinya.
Semua telepon dan Sms tak lagi dihiraukannya.Dia hanya merenung dan terdiam.
Marah,sedih,bingung saat ini semua sedang tercampur dalam hatinya.Kini hanya terasa kepingan hati yang retak begitu menyakitkan.
Arya kemudian berteriak,tapi teriakannya hanya berlalu di kesunyian malam,dalam kegelapan yg selamanya luka.Arya kemudian merebahkan diri di atas pasir.
"Kenapa tan..kenapa..kenapa"
Arya hanya terdiam,hilang terpekur sunyi.
Ombak laut selatan yang berdebur kencang,seakan menggambarkan hatinya yang karam.

-_____-

“Ar,yeh ni urang pake tidur didie??”ujar Iman begitu mendapati Arya yang sedari tadi dicarinya ternyata sedang tertidur di atas pasir.
“Ar bangun Ar,jangan tiduran disini atuh”ujar Iman seraya menggoyang-goyangkan bahu temannya itu.
Arya segera terbangun dan terjaga,rupanya ia ketiduran di tempat itu.Arya lalu melihat sekelilingnya,ternyata hari masih malam.
“Jam berapa sekarang man??”tanyanya kepada Iman
“Dah jam setengah 11 malam”jawab Iman seraya melihat jamnya
Ternyata sudah 2 jam lebih Arya tertidur disana,rupanya ia terlalu tenggelam ke dalam masalah yang sedang dihadapinya saat ini.
Iman yang melihat temannya itu hanya terdiam segera menyuruhnya untuk cuci muka,Arya hanya menurutinya saja.
Setelah itu Iman segera meminta Arya untuk menemaninya bertemu dengan saudaranya di sudut lain pantai,Arya pun hanya bisa menganggukkan kepalanya.
“Dimana man tempatnya??”tanya Arya penasaran juga akan tempat yang dituju
“Tenang aja Ar,deket banget kok??dari sini juga Cuma butuh 10 menit jalan kaki”jawab Iman singkat.
Mereka pun segera berjalan menuju tempat yang dituju dan ternyata benar bahwa tempat itu tidak terlalu jauh.
Hanya beda beberapa warung saja dari tempat mereka berkumpul.
Dari kejauhan Arya bisa mendengar suara banyak orang yang tampaknya sedang bersenang senang.Walau agak gelap tapi ia tahu ada banyak orang disana.
Iman segera menuju ke salah satu dari mereka,sedang Arya mengikuti di belakangnya.Tak lama kemudian Iman pun segera mengenalkan saudaranya ke Arya.
“Dwiki”ujarnya sembari mengulurkan tangan kepada Arya
“Arya”jawabnya singkat
Setelah basa basi sebentar,mereka pun segera pamit kepada Dwiki.Karena penasaran Arya segera bertanya kepada Iman mengenai kantong plastik yang dibawanya,isi kantong itu adalah pemberian dari Dwiki.
“itu apa man??”tanya Arya sembari menunjuk kantong plastik yang dipegang oleh Iman
“ini buat ngobatin stress lo”jawabnya singkat
“Stress??stress apaan??sok tau banget lo man..hahahaha”tawa Arya tertawa akan sifat sok tahu temannya itu
“udahlah Ar,gw tau kok lo lagi ada masalah??tanpa lo cerita pun gw juga udah tau Ar,mata lo yang lebam udah menjelaskan segalanya kali..hehehe”Iman hanya tersenyum meledek temannya itu
Arya hanya tersenyum mendengar kata kata dari temannya itu,tapi ia tetap saja bertanya apa yang sedang dibawa temannya itu
“ini Cuma bandrek botolan kok Ar..hehehe”jawabnya Iman singkat
Arya yang segera mengerti akan maksud dari temannya itu hanya bisa tertawa setelahnya,tak lama mereka pun sampai dan segera berkumpul dengan teman teman lainnya,
Malam itu Arya habiskan dengan tawa dan canda dengan teman temannya,sejenak berusaha melupakan segala masalah yang tengah menderanya.
Melupakan kesedihan hati yang tengah merajai di hatinya,melupakan pahit dari cinta yang tengah dirasakannya.
Ombak laut selatan yang berdebur kencang seakan menggambarkan gemuruh di hatinya,dari jauh lampu nelayan bersinar menemani malam dengan kerlap kerlipnya seakan ingin melukiskan hatinya yang tengah dilanda kegalauan.

-______-

Esoknya mereka diajak ke wisata cipanas yang berada di pelabuhan Ratu.Setelah mengunjungi beberapa tempat lain disana mereka pun segera menuju ke tempat Boim sebelum akhirnya berangkat untuk pulang.
Saat itu Arya masih berada di tempat Boim,setelah selesai mengemasi barangnya.Ia pun menuju teras lantai 2 rumah Boim,tapi tak ada satu orangpun disana.Rupanya semua temannya sedang pada keluar dan pergi ke suatu tempat,Arya pun lalu memutuskan duduk duduk saja di sana.
“Doorrrrr....”ujar seseorang mengagetkan lamunan Arya
Arya terkejut,segera didapatinya bahwa ada orang lain selain dirinya di sana.
“Ahh..tae lo man,ngagetin gw aja”ujar Arya begitu mengetahui siapa yang mengejutkannya
“hahahahaha....sory Ar sory,lagian lo dari tadi enak banget bengongnya.Kesambet Jurig baru tahu rasa lo”ledek Iman sembari menertawakan Arya yang masih mengelus dadanya karena kaget.
“Iya lo jurignya man”
Tawa mereka pun pecah,menertawakan kebodohan yang baru terjadi.Tiba-tiba Arya terdiam,terdengar lenguhan nafas panjang dari mulutnya.
“kenapa lo Ar??”tanya Iman seraya menghentikan tawanya,ia pun segera beranjak dan duduk di samping Arya.
Tapi tiada jawaban yang keluar dari mulut Arya,hanya tampak gurat kesedihan yang semakin dalam dari wajahnya.
“Lo kenapa kawan??ceritalah ma gw,kali aja bisa gw bantu”ujar Iman mencoba membantu menenangkan temannya itu
Hening sejenak
Angin pantai selatan yang kencang berhembus pelan di wajah mereka.
“Gw lagi bingung man”
“Bingung??bingung kenapa Ar??”
Lalu Arya pun menceritakan kejadian yang tengah dialaminya.Ia pun menceritakan kisah cintanya dengan Intan.
“Gw bingung man,bagaimana cara menghadapinya??Gw sangat menyukai dia,gw bingung tapi gw juga ga rela buat melepasnya.Terlalu lama cinta dia gw dambakan di hati gw man??gw benar benar bingung mau berbuat apa sekarang”ujar Arya singkat.
Tampak guratan kebingungan tengah melanda wajahnya
“Sebaiknya lo segera temuin dia Ar,jernihkan segala hal yang tengah terjadi sekarang”jawab Iman
“Tapi gw masih bingung man gimana cara menghadapi dia nanti??gw juga ga tau apa masih punya keberanian buat menatapnya nanti”
“Mau ga mau,lo harus berani Ar.Setidak tidaknya lo bakal dapat jawaban daripada masalah ini lo gantungin dan tambah panjang ga jelas arahnya”
Arya hanya terdiam,ia lalu merenungi setiap kata dari temannya itu.Iman benar,masalah ini harus ia selesaikan secepatnya.
Ia harus bisa menyelesaikan segala kegalauan di hatinya

-_______-

2 hari setelah kembali dari Pelabuhan Ratu,Arya akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah Intan.Dalam perjalanan ia merasakan debaran yang luar biasa,keringat dingin meluncur deras dari balik kulitnya.
Dalam kebimbangan yang menggelayuti dirinya,Arya terus mencoba memantapkan dirinya.
Berusaha untuk menegarkan hatinya melalui semuanya nanti.
Tapi tetap saja sesampainya di pintu gerbang rumah Intan,Arya hanya terdiam.Bahkan sempat terpikir untuk pergi dan lari saja secepatnya dari sana.
Butuh waktu hampir setengah jam lamanya bagi Arya hanya untuk mengucapkan salam.
“Eh ada den Arya,kok diam saja disana??”Arya terkejut bukan main.
Ternyata itu adalah pembantunya Intan,yang memang sudah mengenal Arya.
“Eh ayo den masuk,kok malah diam saja didepan pintu??”
Arya pun segera masuk,hatinya begitu berdebar kala itu.Perasaannya begitu bercampur aduk,hanya terlihat kepanikan yang keluar dari dirinya.
“Sebentar ya den,tak panggilin dulu non Intannya”Ujar bibi seraya berlalu dari hadapan Arya.
Tak lama kemudia Intan muncul dari balik pintu kamarnya.
“Dah lama Ar??”tampak kegugupan dari kata kata Intan,tapi ia berusaha untuk menyembunyikannya
“Belum,baru aja duduk”jawab Arya singkat,Ia lalu merasakan debaran luar biasa takkala Intan memutuskan untuk duduk di sebelahnya.
Hening sejenak
Tak ada kata kata yang keluar dari mulut mereka,hanya kediaman yang setia menghinggapi.Tampak masing-masing begitu gugup untuk memulai pembicaraan.
“Apa kabar tan??”akhirnya Arya berusaha memberanikan diri memulai pembicaraan
“Baik,lo sendiri gimana Ar???”
“Gw juga baikbaik aja kok tan”
Lalu suasana pun hening kembali
Arya merasa bodoh sekali saat itu.Ia seperti baru mengenal dengan seseorang dan tak berani mengajaknya bicara.
“Ar..”ucap Intan seraya menatap mata Arya
“Yah”
“Gw minta maaf yah mengenai masalah kemarin”ujar Intan
“Masalah yang mana??”Arya pura-pura bingung dengan kata kata kekasihnya itu
“Yang dengan Heru itu loh Ar,,maafin gw yah Ar”ujar Intan seraya tertunduk dan tak berani lagi menatap mata Arya.
Tampak air mata meleleh dari kedua bola matanya,mengalir dan membasahi kedua pipinya yang manis.
Arya hanya terdiam,hatinya tak kuat juga melihat tangisan Intan.
Arya lalu berusaha menguatkan hati Intan dan juga segera bertanya atas apa yang telah terjadi
“Jadi sebenarnya gw memang belum putus dengan dia Ar”jawab Intan atas pertanyaan yang diajukan Arya
Arya lalu merebahkan kepalanya di sofa,bingung dan marah tengah bergolak di hatinya.Tapi Arya mencoba untuk tenang,ia harus mengetahui dulu alasan kenapa Intan bilang sudah putus dengan Heru.
“Terus kenapa dulu lo bilang dah putus sama dia tan??apa lo sekedar ingin mempermainkan perasaan gw tan??”
“ga geto kok Ar??waktu itu Heru dah lama ga berhubungan sama gw,waktu gw hubungin dia pun ga pernah ada.Gw bingung banget Ar sama sifatnya dan segera mengambil kesimpulan buat putus ma dia”jawab Intan
Akhirnya Arya tahu jawabnya,Rupanya selama ini Heru menggantung hubungannya dengan Intan
“Tapi kenapa lo ga ngomong sama gw waktu itu tan??harusnya lo jujur aja sama gw waktu itu”
“Sebab gw menganggap hubungan gw dan Heru dah berakhir Ar,itu aja”
Arya bingung untuk menjawabnya,tanya semakin membuncah besar dalam dadanya.
“Ar gw...”belum sempat Intan melanjutkan kata katanya,Arya segera menyentuh bibir Intan dengan telunjuknya.Menyuruhnya terdiam,seakan Arya telah tahu dengan kata kata yang akan keluar dari mulut kekasihnya itu.
“Gw dah maafin lo kok tan”
“Tapi Ar,gw benar benar merasa bersalah sama lo.Gw benar benar merasa bersalah atas hubungan ini”Ucap Intan lagi sambil menundukkan kepalanya,tampak penyesalan yang begitu dalam di hatinya.
Air mata pun kembali meleleh dari matanya.
Arya lalu turun dari sofa,ia kemudian berjongkok di hadapan Intan.Lalu ia memegang dagu dan menatap mata kekasihnya itu.
“Tan..ga ada yang perlu dimaafkan,ga ada satupun yang bersalah dalam hubungan ini.Ga ada yang salah dengan perasaan cinta ini,hanya saja waktu memang tak merestui perasaan yang kita jalani”ucap Arya berusaha menegarkan Intan.
Intan lalu tersenyum,Arya pun juga tersenyum.
Arya pun pamit pulang ketika hari telah beranjak petang.Pulang dengan segala kelegaan di hatinya.
Tanpa perlu dibicarakan lagi,Arya dan Intan tahu bahwa hubungan mereka berdua sudah tak bisa lagi berjalan.Mereka tahu sudah tak mungkin lagi untuk bersama.
Tapi Arya dan Intan sadar,bahwa ada satu hal yang takkan pernah putus dari mereka yaitu persahabatan.
Untuk masalah yang lain,biarlah Tuhan yang menjawab semuanya nanti

“Cinta memang tak bisa ditebak
Jalannya membuatku bingung selalu
Karena sekali tersakiti
pasti hilang sudah cinta itu jadi benci
sia siakah ini ku tak tahu pasti
akankah berubah nyatanya rasaku tetap sama
pastilah sama
terhadap kamu sayang”

Song by Acha Septriasa - Tentang Kita

ASMARA KOLONG JEMBATAN

“Sedang apa kamu sayang??”Jule terkejut mendengar suara itu,belum selesai keterkejutannya,tiba tiba sudah ada yang memeluk tubuhnya dari belakang.
“Ah kamu sayang mengagetkanku saja”Suara Jule setengah melenguh begitu mengetahui siapa orang itu.
Dia adalah Romli,suami dari Jule.
“Bagaimana hasil pekerjaanmu hari ini sayang”Tanya Jule lagi kepada suaminya
“Alhamdulillah baik sayang,banyak hasil yang bisa kujual untuk esok hari”Jawab Romli,sebuah senyum hadir mengiringi jawaban itu.
“Kamu sendiri gimana??ngga bosen kan selama aku tinggal pergi”Ledek Romli kepada istrinya itu,maklumlah mereka masih pengantin baru.
“Ga dong,aku tadi abis dari rumah Bu Ati sayang??”
“Bu ati??ngapain sayang”
“Membantunya mengupas 2 karung bawang,kamu tahulah sayang pesanan dari seorang pedagang??lumayan loh sayang aku mendapat penghasilan neh”Ujar Jule seraya menunjukkan penghasilannya,selembar uang sepuluh ribuan.
“Alhamdulillah,terus kamu sedang apa sayang”Tanya Romli yang bingung melihat istrinya yang sedang memegang galah panjang dengan sebuah serokan besar di ujungnya,sejurus kemudian Jule mengarahkan galah itu untuk memunguti benda benda yang mengalir melewatinya.
“Sedang memunguti rezeki yang diturunkan oleh Tuhan sayang..hehe”
Mereka pun tertawa kecil!!
Buat Romli,Jule adalah seorang malaikat dalam hari harinya menghadapi kehidupan ibukota.
Entah jadi apa diri Romli jika tak mempunyai Jule dalam hidupnya.
“Kamu sudah makan sayang??”Tanya Jule begitu melihat suaminya tampak lemas saat beristirahat.
“Belum sayang”Jawab Romli singkat
Jule pun segera menyudahi pekerjaannya,lalu dengan cekatan segera menyiapkan makanan untuk suaminya.
“Makan dulu sayang,pasti kamu laper kan??”Ujar Jule sembari memberikan sepiring nasi beserta dengan lauk pauknya.
Hanya sepiring nasi sisa makan tadi pagi,dengan lauk ikan asin dan tempe hasil dari sisa makan kemarin.
“Sini sayang,temenin aku makan”Romli kemudian menarik tangan Jule untuk makan bersamanya.
“Ga ah sayang,aku ga mau??masih kenyang neh sayang”tolak Jule seraya memegang perutnya
“Yaudah,kalau begitu aku ga mau makan??abis kamu ga mau temenin aku seh”Ujar Romli sembari memiringkan wajahnya,ngambek.
“Duh sayang,manja banget seh kamu??yaudah,sini aku temenin”Jule akhirnya mau juga untuk menemani Romli.
Sesaat kemudian tampak mereka saling menyuapi satu sama lain.
Beratapkan langit malam,saat itu mereka lalui dengan penuh suasana kebersamaan.
Sesekali terdengar suara kendaraan yang lewat dari arah atas,dari arah bawah pun terdengar suara air yang mengalir begitu deras.
Mereka sudah sangat terbiasa dengan hal ini??
Sebuah hal yang lumrah karena mereka hanyalah penghuni kolong jembatan Manggarai,sebuah daerah di ibukota Jakarta.
Romli hanyalah seorang pemulung yang kesehariannya biasa bergelut dengan sampah di Ibukota,sedang Jule hanyalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya biasa diisi dengan mengais rezeki dari aliran kali ciliwung.
Yuph..sekedar menyerok benda benda yang mengalir dari tempat tinggalnya.
Hari pun semakin beranjak malam,Romli pun segera mengajak Jule untuk tidur.
“Sini sayang,merebahlah didekatku??aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu”Ujar Romli sembari menggelar sebuah kardus untuk alas mereka tidur.
Jule pun segera merebahkan diri di paha Romli
“Sayang..tahukah kamu
Aku selalu bersyukur pernah mengenalmu..
Dirimu adalah penguat dalam tiap detak jantungku
Dirimu adalah nafas dalam setiap deru nafasku
Dirimu itu pelita sayang,yang selalu ada menemani tiap saat tergelapku
Dirimu ibarat pelangi sayang,memberi warna di dalam setiap langkahku
Tanpamu..
Aku mungkin akan meredup arti
Tercela di dalam kehidupan ini”

Tutur kata Romli melafadzkan kata demi kata untuk istrinya,Jule.
Jule hanya tersenyum lalu memandang wajah kekasihnya dalam dalam.
“Sayang..kamu tahu!!
Aku juga bersyukur karena mengenalmu..
Cintamu tulus semurni embun pagi
Kau selalu mengajarkanku untuk selalu mensyukuri hidup
Kau selalu menerima setiap kekuranganku
Rumah kita memang tak indah
Hanya beratap beton dan beralirkan air di bawahnya
Tapi kau selalu mengajarkanku sayang
Memang tak indah tapi dunia yang kita miliki luas
Tak terbatas oleh tebalnya beton di kepala kita
Tak terhentikan oleh derasnya aliran air di kaki kita
Kamu adalah malaikatku
Yang selalu menjaga tiap saat dalam hidupku
Cintamu itu cahaya tak terhingga
Membuatku kuat melewati segalanya”


Romli pun tersenyum mendengarnya,sebuah ciuman pun mengakhiri malam itu.
Tampak bahwa malam telah semakin beranjak,bulan pun tak tampak malu malu lagi ke peraduannya.
Suara angin berdesir lantang terdengar,seakan ingin menyatakan kesunyian malam itu.
Sunyi,seakan kota tak bertuan.

Senin, 15 Agustus 2011

COKLAT BUAT RISMA

''Huuaaahhhhh..... ..''Risma hanya menghela nafas panjang,tampak sebuah beban masih menghantui kepalanya
''masih sedih ris''tanya irfan teman sebangkunya
Tiada jawaban yg keluar dari mulut risma,hanya linangan air mata yang menetes di pipi manisnya.
''Lo yg sabar ya ris,kadang ga smua hal berjalan sesuai dengan yang kita inginkan"Irfan mencoba memberi kekuatan kepada temannya itu.
Hari itu tanggal 14 februari,hari valentine days.
Bagi sebagian orang itu adalah saat berbagi kasih dengan orang yang disayanginya.Saat itu,Risma mencoba mengutarakan isi hatinya kepada Adit,cowok pujaannya sejak lama.
"sory Ris,tapi gw ga suka sama lo"
Sakit hati Risma jika mengingat jawaban dari Adit.Cinta yg lama tertanam akhirnya pupus hanya sekedar harapan.
''Huuaaahhhhh..... ..''Risma hanya menghela nafas panjang,tampak sebuah beban masih menghantui kepalanya
''masih sedih ris''tanya irfan teman sebangkunya
Tiada jawaban yg keluar dari mulut risma,hanya linangan air mata yang menetes di pipi manisnya.
''Lo yg sabar ya ris,kadang ga smua hal berjalan sesuai dengan yang kita inginkan"Irfan mencoba memberi kekuatan kepada temannya itu.
Hari itu tanggal 14 februari,hari valentine days.
Bagi sebagian orang itu adalah saat berbagi kasih dengan orang yang disayanginya.Saat itu,Risma mencoba mengutarakan isi hatinya kepada Adit,cowok pujaannya sejak lama.
"sory Ris,tapi gw ga suka sama lo"
Sakit hati risma jika mengingat jawaban dari Adit.Cinta yg lama tertanam akhirnya pupus hanya sekedar harapan.
Sia sia usahanya membuat coklat semalaman.Coklat yg penuh rasa kini hambar tinggal cerita.
Irfan yg melihat sahabatnya terdiam,hanya mengusap kepala Risma.
"Lo pasti bisa melaluinya ris,risma yang gw kenal adalah cewe yg tangguh,kuat,ceria dan tegar"
Risma hanya tersenyum mendengar kata kata Irfan.
Bagi Risma,Irfan adalah dewa penolongnya.Jika ada masalah irfan selalu ada untuknya.Selama 3 tahun mereka selalu bersama.
Wajar jika mereka saling mengenal 1 sama lain.Bahkan saking dekatnya,orang selalu mengira bahwa mereka berpacaran.
"Gw mau ke kantin dulu ya,lo mau nitip sesuatu ga??"tawar irfan
"ke kantin??bukannya sekarang jam pelajaran Bu Wahyu??"
"paling ga datang lagi dia Ris,biasa BW kan orang sibuk..hehe"ujar Irfan seraya berlalu dari hadapan Risma.Saat itu sudah jam pelajaran terakhir.
Keadaan di kelas 3 IPA 2 seperti kapal pecah belah.Risma melihat sekelilingnya,saat itu teman temannya yg lain sedang sibuk mengobrol dan memakan coklat pemberian pacarnya.
Ada juga yg tidur atau sekedar bercanda dan berbuat jahil pd temannya.Risma mengambil ipod dlm tasnya kemudian dia memasang headset di telinga.Risma menidurkan kepalanya di atas meja.
-_-

Risma mencoba mendekati pria itu,pria yg sedang duduk di dekat jendela itu.
Dia seperti mengenalnya tapi ragu untuk mengatakannya.Perawakannya amat ia kenal,tapi pikirannya seperti tercekat dan bingung untuk mengeluarkan kata.
Tanpa sadar ia sudah dibelakang pria itu,Risma pun menepuk punggungnya.
pria itu pun menoleh.

-__-

"Hah.... . ."Risma terperanjat lalu melihat sekelilingnya.Ia kemudian menyadari bahwa dirinya baru saja bermimpi.
Suasana kelas sudah lengan,jam menunjukkan pukul 2 siang.
Rupanya Risma ketiduran di jam pelajaran terakhir.Dia hanya menggerutu dlm hati karena tak ada teman yg membangunkannya.
Tak lama Risma menyadari sesuatu,ternyata selain dia masih ada seseorang di dalam kelas.
Orang itu duduk di dekat jendela,Risma pun jadi teringat mimpi yg baru saja dialaminya.
Risma tak bisa melihat dengan jelas karena silau.
"Hheiii....."Risma mencoba memanggil pria itu.
Pria itu pun menoleh.
"eh putri salju akhirnya bangun juga..hehe"jawab pria itu dengan sedikit terkekeh
"Irfan,gw pikir siapa"ujar Risma setelah mengetahui bahwa pria itu ternyata Irfan,teman sebangkunya.
Risma lalu melihat sekelilingnya kembali.
"Anak anak yang lain pada kemana fan"tanya Risma
"Ya sudah pd baliklah??lo seh tidurnya lama bgt"
"Yah gw kan ngantuk fan,lagian lo juga kenapa ga bangunin gw seh??"
"Hehehe...maaf deh ris,abis kayanya lo cape bgt.jadi gw jg ga tega banguninnya"
"Terus,lo kenapa msh disini"
"Ya gw nungguin lo bangunlah,masa iya lo mau gw tinggal geto aj"
"Hehehe..makasih ya fan"
"Iya iya,yaud beresin buku dulu sana,biar kita cepat balik"
"SIAP...."Jawab Risma seraya membereskan buku-bukunya yang masih berserakan di atas meja.
"Yuk fan"ajaknya kepada Irfan yg msh berdiri di dekat jendela.Tak ada jawban dari Irfan,Risma kemudian mendekati sahabatnya itu
"kenapa Fan??kok diem aja''
Irfan masih terdiam,tatapan matanya lurus.
Hanya kekosongan yang terlihat dari matanya.Risma mulai berpikir yang tidak-tidak.
Dia mulai menyangka bahwa sahabatnya itu telah kesurupan.
Yang Risma tahu bahwa untuk menyadarkan orang kesurupan harus dipencet hidungnya.
Dengan sedikit takut,Risma pun memutuskan memencet hidung Irfan.
"AWWwWWwww...... ."Terdengar suara Irfan mengaduh kesakitan
"Lo kenapa seh ris??maen pencet idung org aja,sakit tau"Ujar Irfan seraya memegang hidungnya yang memerah kesakitan.
"Hehehe..gw pikir lo kesurupan fan,abis gw panggil lo diem aj seh"Risma hanya tertawa melihat temannya itu
"Ahh..dasar gila lo ris,kenapa ga sekalian aja lo sembur gw ma air??biar cepat sadarnya"
"Yah maaf deh fan..hehe??yaud yuk kita balik,dah kesorean banget neh fan"
Belum sempat Risma keluar kelas,tiba-tiba Irfan memegang tangannya dan memberinya sebuah pelukan.
Hening sejenak
"lo kenapa Fan"ujar Risma yang bingung dengan keadaan temannya itu.
Irfan kemudian melepaskan pelukannya dan mengeluarkn sesuatu dalam tasnya.
"Neh buat lo Ris" ucap Irfan seraya memberikan sekotak coklat kepada Risma.
Risma menerimanya dalam kebingungan,tampak sejuta pertanyaan tersirat dari wajahnya.
Belum sempat Risma bertanya,Irfan kemudian memberinya 2 kotak lagi.
"Neh juga buat lo ris dan ini juga"
Risma hanya terdiam,kebingungan semakin tampak di wajahnya.
"Sebenarnya gw mau memberikan ini sejak lama,tapi gw ga punya keberanian Ris!!gw terlalu pengecut untuk itu ris"kepala Irfan tertunduk,dia terlalu malu untuk menatap Risma secara langsung.
"gw suka sama lo ris.Gw selalu mencoba menahan perasaan ini,tapi yang ada perasaan ini malah semakin membesar.Pada akhirnya gw sadar,bahwa gw harus jujur sama lo"
Suasana hening sejenak.
"Fan gw..gw.."terbata bata Risma untk berkata.
Risma tak mengerti jawaban apa yang harus dia beri,tak paham jua dengan apa yang harus dilakukannya.
Irfan kemudian melangkah dan berdiri di samping Risma.
"Gw ga butuh jawaban lo sekarang Ris,gw cuma ingin lo tahu perasaan gw.Perasaan yg udah lama gw tanam sejak pertama kita bertemu.Coklat itu adalah simbol betapa 3 tahun ini gw selalu ingin memberikannya sama lo ris"
Risma hanya terdiam,mukanya memerah karena malu atas pernyataan Irfan.
Irfan kemudian menatap Risma.
"Biar waktu yang menjadi jawaban atas kisah kita.Aku selalu merasa bahagia jika berjalan di dekatmu.Aku akan selalu senang jika engkau bahagia,dan akan bersedih jika engkau menangis"
Risma kemudian menatap Irfan,hanya sebuah senyum yang keluar dari wajahnya.
"Yuk kita pulang,nanti kesorean lagi sampai rumahnya"ujar Irfan seraya menawarkan tangannya.
Risma membalas tawaran itu,kehangatan ia rasa ketika memegang tangan Irfan.Mereka pun meninggalkan ruang kelas bersama-sama.
"Oh...iya ris,gw lupa bilang.Yang 1 coklat jangan lo buka ya soalnya udah 3 tahun dan mungkin udah ga bisa dimakan lagi"
"HAAaaaHHhhhhh......."
"eh kayanya yang 1 lagi juga udah ga bisa dimakan deh ris"
"Irfannn....lo mau bunuh gw ya"
Irfan hanya tertawa dan berlari menghindari kemarahan Risma.
Risma pun mengejar Irfan,mengejar kebahagiaan yg selama ini selalu ada di sampingnya.

Dan kau bawa aku ke awan
Menghias langit
Merangkai bintang-bintang menjadi sebuah kata.
Sebuah kata cinta

"Terpanah asmara – Bunga Citra Lestari”


MENANTI PAGI – NANDAR AWALUDIN

Jumat, 12 Agustus 2011

REGGAE "I'm in Love with Her"

Cahaya matahari..Hangatkan jiwa ini
Bawa…Bawa….
Bersama kita lalui..Bersama kita rasakan
Segala yang terlewati tanpa rasa ragu

(Tony Q Rastafara – Langkah)

Alunan lagu itu terdengar begitu merdu,mengusik setiap hati yang mendengarnya untuk berjoget atau sekedar ikut bernyanyi.Di kafe itu,Tony Q memang sedang mengadakan konser.Sebuah konser yang sederhana tapi mengena di setiap hati pendengarnya.
Tapi tidak untuk Raffi,saat itu pandangannya teralihkan oleh seseorang.Seorang wanita dengan tatapan yang membuatnya terpesona.Wanita itu sempat melihat dan kemudian tersenyum kepadanya.Memang hanya sebuah senyum,tapi itu sudah cukup untuk membuat hati Raffi menjadi tak karuan.

-_-

Siapa Dia??
Bahkan setelah konser,pertanyaan itu begitu menghantui pikiran Raffi.Raffi telah berusaha mencarinya tetapi wanita itu sudah keburu menghilang.
“kenapa seh fi??kaya ayam mo nelor aja lo dari tadi ga bisa diem??”ujar Adel salah seorang teman Raffi,yang kebingungan juga melihat tingkah temannya itu.
“Kaga kenapa2 del”jawab Raffi singkat
“Fi..fi..gw kan dah kenal ma lo dari lama,masih kaku aja lo ma gw??kalo mang ada masalah atau sesuatu,lo omongin aja x”Adel berusaha meyakinkan temannya itu
“Hemmm…..tapi lo jangan ketawa ya”
Akhirnya Raffi menceritakan tentang wanita yang dilihatnya ketika konser tadi,seorang wanita yang begitu mempesona dan tersenyum kepadanya.
“Huahahahahaha………aneh2 aja lo fi,gw pikir ada apa??lagian pede banget seh lo tuh cw tersenyum buat lo??bisa aja kan dia tersenyum buat orang lain”Adel hanya menertawakan kepolosan temannya itu.Atau mungkin hanya sebuah kebodohan.
“Tapi del,gw yakin banget tuh cw tersenyum buat gw!!”Raffi tetap teguh pada keyakinannya.
“Ohhhh..jadi karena hal itu dari tadi lo ga bisa diem,lo berusaha nyari dia ya??”
“Iya,tapi ga ketemu2 del!!”
“Udahlah fi,lupain aja??daripada lo cape sendiri mikirinnya”
“Tapi del..”
“Udahlah fi,kalo mang jodoh ga bakal kemana kok”
Raffi hanya terdiam memikirkan kata2 dari temannya itu.Entahlah yang jelas rasa penasaran itu semakin membuncah besar dalam dadanya.Sebuah rasa yang aneh karena dirinya seperti mencintai ketiadaan.

Jamaica’s away..
Away from the land that I’m living
Away from the beach that got me going
Away from the sound that gameout within
Jamaica’s away…
I’m in love with somewhere between
To sign love is never coming
I’m a music really got me missing
Why….
Why do I love the music
Why doesn’t aint me dancing
I was a turn possibly then my feet got to sway
Why….
Why people think I’m Crazy
Why do dessey I’m losing my way
It got me good that my mood not forget in my boo

(Souljah – Jamaica’s away)

-__-

3 bulan pun berlalu sejak kejadianitu,memang masih menyisakan tanya walau sudah tak sebesar dulu.
“Hooammmmm……… . . . ”
Raffi hanya mengantuk di dalam kelas,tak ada satu pun penjelasan dari Dosen yang masuk ke dalam kepalanya.
“Hoiii…kenapa lo bro??dari tadi kerjanya nguap mulu??”Tanya iqbal,salah satu teman sekelasnya
“Ga kenapa2 bal,Gw Cuma kecapean aja x neh??”jawab Raffi
“Cape kenapa lo bro??”
“Lagi banyak gawean aja tadi di kantor”Setelah lulus SMA,Raffi memang memutuskan untuk kuliah sembari bekerja.Yah hitung hitung mengurangi beban orang tuanya.Walau berat tapi Raffi selalu menghadapinya dengan senyuman.
Belum sempat mereka melanjutkan obrolan,dosen pun mengakhiri pelajarannya.Mereka pun melanjutkan obrolannya di warung kopi depan kampus.Raffi dkk senang berkumpul disana,apalagi yang jualan juga asik(bisa diutangin dulu..hahaha).Yang terutama seh karena tuh abang marleys sejati.Kalau nongkrong di sana alunan musik om Bob seperti harga pasti.

Don’t Worry about the thing..
Coz every little thing gonna be allright 2x.
Wake up this morning..smile with the raising sun
Three little birds its by my gospel
Singing free song of melody pure and pure
Singing…This is my message to you..uu..u.

(Bob Marley – Three little Birds)

Dalam iringan Reggae pinggir jalan,Raffi dkk setia menghabiskan waktu pulang kampus.
“fi,besok lo mo ikut gw nonton metamorfoblus ga??”ujar iqbal mengajak Raffi menonton film documenter terbaru dari Slank.Film yang terhitung special,karena memang tak diputar di bioskop2.
“hemm..mang lo mo nonton dimana??”Tanya Raffi
“Yah kata temen gw seh besok maen di dekat IKJ”
“Mang filmnya mulai dari jam berapa coy”Tanya Raffi lagi
“Kalo ga salah dari jam 4 sore pe jam 10 malam,lo mo ikut ga”iqbal masih menanyakan kesediaan temannya itu.
“Wah boleh tuh bal,besok kita ketemuan disini aja.Gw sekalian ngajak temen gw ya”Ujar Raffi menyatakan kesediannya.
“okelah kalau begitu,besok jam 4an,gw tungguin lo disini”
“Sip”Jawab Raffi singkat.Tak terasa obrolan mereka telah berlangsung lama,Raffi pun memutuskan untuk pulang lebih dahulu karena sudah kelelahan.

-___-

“Gimana fi,filmnya mantep ga??”Tanya iqbal setelah mereka selesai menonton
“Keren bal,terutama bagian densus nangis.Kan jarang2 tuh liat densus nangis..hahaha”
“Yeah..slankers sejati tuh doi”
“yoi tuh coy,Slank aja pe jadi buronan ma dia”ujar Adel yang saat itu juga ikut menonton bersama Raffi
“Hahahaha..iya iya filmnya keren,kalo bisa gw mo nonton lagi.Cuma sayang neh film masih agak sulit wat ditonton”
“Maksud lo??”Tanya iqbal
“Yah lo tau sendirilah,pendistribusiannya masih terbatas.Besok mo diputar dimana lagi belum tentu semua orang tau”ujar Raffi
“Iya juga seh,padahal filmnya juga keren yak”
“Yomannn..”jawab mereka serempak
Saat itu waktu sudah menunjukkan jam 8 malam,Cuaca saat itu agak tak bersahabat karena mulai hujan.Raffi dkk memutuskan untuk berteduh dulu sembari menunggu hujan reda.
“Fi..gw dapat SMS neh dari Tio,katanya minggu besok Tony Q mo perform di anyer.Lo mo ikut ga??”Ucap Adel sembari menunjukan SMS dari Tio kepada Raffi.
“Wahh..hari sabtu jam 18.00 pe jam 20.00.Wah kebetulan del minggu depan gw libur dari jumat.Kita ikut aja yuk”jawab Raffi dengan semangat
“gw seh ikut terus,yang penting lo bayarin ya..hehehe”
“Ah dasar lo ini,tapi yaud d yang penting lo datang dulu.Toh Tio juga pasti bawa mobilnya kan.Jadi tinggal mikirin bensinnya d”
“iya juga seh,tapi bener neh ga apa2 gw ikut”
“iya,masih kaku aja lo mah gw”ucap Raffi seraya menepuk pundak temannya itu
Karena masih hujan,mereka pun memutuskan mengisi perut dulu sebelum pulang.Karena duit terbatas mereka pun hanya makan nasgor pinggir jalan.
“Raf..del ada cw cakep tuh”ucap iqbal di sela makannya
“Mana..mana..”Adel dengan semangatnya mencari maksud dari perkataan iqbal
“noh..noh..di seberang jalan”
“Mana seh bal??”
“Itu yang lagi diri di Halte bis”
“Hemmm…itu!!wah iya tuh bal,tumben mata lo bener??”Adel ½ berteriak seakan senang telah menemukan buruannya.Raffi yang sedari tadi hanya asik dengan makannya akhirnya mulai tertarik dengan apa yang sedang diributkan oleh temannya.Saat itu agak sulit untuk melihatnya,maklum selain agak jauh,haltenya juga gelap.Hanya sesekali terlihat ketika lampu kendaraan menyinarinya.
Wanita itu mengenakan kaos putih dengan padanan jeans,karena sedang hujan wanita itu memegang payung di tangannya.
Raffi hanya terdiam ketika ia telah melihatnya dengan jelas
“Loh itu kan”Ujar Raffi seraya beranjak dari tempat duduknya,ia berusaha melihatnya lebih dekat.Tatapan itu,ya Raffi masih ingat dengan tatapan itu.Tak salah lagi dia adalah wanita itu,Wanita yang pernah mengusik tanya di hatinya dulu.
Belum sempat Raffi menyampaikan rasa penasarannya wanita itu telah menghilang,rupanya ia telah naik bus yang sedari tadi ditunggunya.
“Lo kenapa fi”ucap Adel & Iqbal yang hanya bisa bingung melihat tingkah sahabatnya itu
“Del lo masih inget ga,cw yang gw ceritain pas nonton konser Tony Q dulu??”Tanya Raffi pada Adel
“Iya,masih inget.Mang kenapa fi??”
“Ya itu dia orangnya”
Adel hanya membulatkan mulutnya tanda mengerti,meninggalkan iqbal dengan segala kebingungannya.
Raffi hanya terdiam memikirkan wanita itu.Apa dia memang ditakdirkan untuk selalu bertemu seperti ini.Hanya sekedar memandang tanpa bisa mengenalnya.
Dalam hujan Raffi terdiam,meninggalkan sejuta pemikiran tertanam dalam hatinya.

Sisa lamunanku diguyur hujan
Menghantar merangkai kata
Malam telah menghanyutkan jiwa
Menjenguk rindu yang menggebu
Kenyataan lahirkan kesadaran..menghalau keraguan
Saat ini kita menuai cinta..maka biarkanlah waktu berjalan
Apa adanya..
24 jam terlewati..untuk tidak berjumpa denganmu
Rintik air hujan masih setia..membasahi bayang wajahmu
Oohh..
Ada yang tertanam..tinggal di halaman hati

(Tony Q Rastafara - Tertanam)
-____-

Sabtu sore,Raffi akhirnya sampai di Anyer.Dia pergi kesana ditemani ke 5 orang temannya yaitu Tio,Adel,Iqbal,Adit dan Heru.Sesampainya disana Raffi dkk segera menuju lokasi konser Tony Q.
Tempat konsernya ternyata tak jauh dari pinggir pantai dengan panggung yang tak terlalu wah tetapi besar.
Sembari menunggu konser dimulai,Raffi dkk bersantai di pinggir pantai.Raffi tidur2an di tepi pantai sementara Adel,iqbal &Adit jalan2 mencari kesibukan.Tio hanya duduk di samping Raffi dan menyalakan MP3 keras2 dari Hpnya

Di perbatasan senja..
Matahari tersenyum mengisi hari indah
Tenggelam bersama nyanyian alam
Sambut malam angin laut membelai
Duduk santai di hamparan pasir
Dengan ikan bakar sebotol minuman
Denting suara gitar iringi nyanyian asik terdengar
Senja jingga di pantai
Debur ombak hilangkan kebosanan
Senja jingga di pantai..
lupakan kemunafikan kota
Senja jingga di pantai…
Ada cinta yang bersemi disini

(Tony Q Rastafara – Senja jingga)

Tak lama berselang Adel,iqbal &Adit kembali dengan membawa makanan ringan &minuman kelapa.Ditemani oleh senjanya jingga,mereka bercanda menghabiskan waktu.
Mereka akhirnya beranjak ketika mendengar bahwa konser akan dimulai.Raffi berusaha mencari tempat terdepan,sementara kawan2nya agak lebih di tengah.Enaknya menonton konser Tony Q adalah tak pernah ada keributan dan tak perlu berdesak-desakan.Semua datang untuk menikmati konser bukan untuk mencari keributan.
Penontonnya lumayan ramai,kebanyakan berambut gimbal dan datang ke anyer dengan hanya menggunakan Vespa.Satu hal yang paling dikagumi dari komunitas reggae adalah kesederhanaan mereka dalam memandang hidup.Apa adanya-mungkin itulah satu kata yang cocok.
Waktu pun berlalu dengan cepatnya,tak terasa sudah menjelang akhir konser.Angin laut bertiup semilir ditemani alunan dari debur ombak.
Menjelang akhir dari konsernya,Tony Q melempar pick gitar yang terus menemaninya sepanjang konser itu.Dia melemparnya tak jauh dari arah Raffi,yang dengan segenap usahanya berusaha mendapatkan pick gitar itu.
“Dukkk…..”Terdengar suara mengaduh setelahnya.Rupanya kepala Raffi beradu dengan orang yang di belakangnya.Ia terlalu berusaha mendapatkan pick gitar itu sehingga kurang memperhatikan keadaan sekitarnya.Sambil memegang kepalanya Raffi yang merasa bersalah segera meminta maaf kepada orang itu.Rupanya yang ditabraknya itu seorang wanita,dia masih terduduk sambil terus memegang kepalanya yang masih kesakitan.
“Duh…maaf banget ya mbak,saya benar2 ga sengaja”ujar Raffi sembari berusaha menolong wanita itu berdiri.Wajah wanita itu belum terlalu terlihat karena suasana yang gelap,wanita itu juga mengenakan kupluk.
Barulah setelah wanita itu berdiri,Raffi segera mengenalinya.Tatapan mata itu,ya Raffi sangat mengenali tatapan mata itu.Tatapan mata yang selalu membuatnya terpesona,tatapan yang selalu dipikirknnya selama ini.Tatapan mata yang selama ini ia pikir takkan pernah dilihatnya lagi.
Sejenak jiwa Raffi seakan terbang dari sana.Pikirannya seakan tercekat untuk berkata.Perasaannya kini bercampur aduk,Raffi bingung bagaimana untuk menggambarkannya.
Wanita itu pun hanya terdiam.Sejenak mata mereka pun saling beradu pandang,seakan menyiratkan suatu kerinduan.
“Maaf..boleh tau nama kamu ga??”Kata2 itu meluncur begitu saja dari mulut Raffi
Wanita itu tetap terdiam.
“Maaf,boleh tau nama kamu ga??”Raffi mengulangi pertanyannya,ia seakan tak ingin membuang kesempatan yang sulit ditemuinya itu.
Tapi bukan sebuah jawaban yang ditemuinya,melainkan hanya sebuah senyum.Senyum yang membuat meleleh setiap mata yang melihatnya.Senyum yang membuat hati Raffi seakan berlari dari tempatnya.
Tak lama wanita itu pun membalas uluran tangan dari Raffi,Senyum masih terkulum dari bibirnya yang manis.
“Rima..namaku Rima”ucap wanita itu diiringi dengan sebuah senyum dari Raffi.Sebuah senyum dengan sejuta makna.
Bersamaan dengan itu,Tony Q pun memainkan lagu terakhir pada konser itu.

Gw Fallin in love(2x)
Kaga tau dari mana judulnya
Tiba tiba Doi menarik perhatian
Simpatinya yang kaga ketulungan
Kita dibuatnya buat mabuk kepayang
Alamak..Dag Dig Dug(2x)
Jantung rasanya copot
Alamak..Dag Dig Dug(2x)
Gw musti pede
Gw Fallin in love(2x)
Gw bingung musti ngomong apa
Setiap ketemu Doi datang grogi gw
Mulut rasanya seperti tersumbat
Kata kata hilang semua
Alamak..Dag Dig Dug(2x)
Jantung rasanya copot
Alamak..Dag Dig Dug(2x)
Body gemeteran
Alamak..Dag Dig Dug(2x)
Gw musti pede
Gw Fallin in love (10x)

(Tony Q Rastafara - Gw Fallin in love)

Raffi mengakhiri konser itu dengan sebuah kebahagiaan dalam dirinya.Sebuah senyum selalu hadir di wajahnya.Senyum itu tak berjalan sendirian,kini sudah ada yang mendampingi senyum itu.
Bersama ia mengakhiri konser itu dengan menggenggam tangan Rima.Yang terjadi selanjutnya yah mungkin hanya sebuah lukisan perasaan dari diri mereka berdua.

Merah kuning hijau biru
Putih serta lainnya..
Berdamping dan lahirkan..Harmoni
Menyatu dalam bingkai
Ungkapan nurani menghadirkan kehinaan
Lukisankan jiwa kita takkan terpisah
Lukisan cinta harapan setiap insan
Damai dengan cinta damailah jiwa
Damai dengan cinta damailah kita

(Tony Q Rastafara - Lukisan cinta)

Thx buat Tony Q,Souljah dan Bob Marley untuk semua inspirasinya.

Menanti Pagi - Nandar Awaludin

Selasa, 09 Agustus 2011

CINTA SEBONGKAH KARANG

"Brussshhhh......."suara ombak berdebur kencang membentur karang.
Suaranya begitu menggelegar memecah diam.
Dentumannya teramat keras laksana pukulan palu godam.
Beribu abad yang dilalui cuma keheningan yg terlewati,jutaan waktu yg dialami hanya kebekuan yg mendiami.
Menggumpal tanya sang ombak seakan menyekat sesak dalam nafasnya.
Mengapa sang karang tiada goyah walau tertusuk rimbun gelagah??
Hingga pada suatu waktu,sang ombak memberanikan diri bertanya kepada karang.
"Hei karang"sapa sang ombak
"Kenapa kau tak jua menyerah menghadapiku??padahal stiap waktu aku menghantammu,setiap saat aku menghajarmu??"tanya sang ombak
sang karang hanya terdiam.
"Tiada jerakah dirimu karang??"sang ombak lanjut bertanya
sang karang tetap terdiam.
"mengapa tiada jawaban yang kau beri??atau tiada jawaban yg kau punya"
"apa kau membutuhkan jawabanku??"akhirnya sang karang berbicara
"Ya"
"Mengapa?"
"Agar tiada lagi tanya yg menggumpal di hati ini"jawab ombak dengan pasti
"Bukankah sudah jelas,semua kulakukan karena cintaku padamu"jawab sang karang
"Cinta" sang ombak hanya terdiam mendengar pernyataan itu,,
Hening memecah suasana,sejenak tenang melanda alam samudra.
Sang ombak lalu melanjutkan perkataannya.
"Semua kulakukan untuk membalas cintamu,walau cintamu datang berima gelombang akan kuterima dalam diamku.Walau cintamu datang bersenandung badai akan kusambut dalam melodi kokohku"
sang ombak hanya terdiam akan jawaban sang karang,meletup letup hatinya mendengar pernyataan itu.
"ombak"sapa sang karang
sang ombak tetap terdiam.
"Jika kau mencintaiku jadilah seperti adanya dirimu,jangan pernah berubah hanya karena rasa cintamu padaku.karena aku mencintai dirimu seperti itu,aku mencintai apa adanya dirimu"pinta sang ombak
tak lama berselang datanglah gelombang besar berbingkai badai,gelombang itu begitu besar seakan membelah garis cakrawala.
"BUuummmmm........"suaranya begitu keras membentur karang.
Sang karang pun hanya terdiam,terpekur diam dalam sunyi.Hanya sebongkah senyum yang menetap di hatinya.

(^_^) 4 u L.O.V.E

MENANTI PAGI - NANDAR AWALUDIN