"Brussshhhh......."suara ombak berdebur kencang membentur karang.
Suaranya begitu menggelegar memecah diam.
Dentumannya teramat keras laksana pukulan palu godam.
Beribu abad yang dilalui cuma keheningan yg terlewati,jutaan waktu yg dialami hanya kebekuan yg mendiami.
Menggumpal tanya sang ombak seakan menyekat sesak dalam nafasnya.
Mengapa sang karang tiada goyah walau tertusuk rimbun gelagah??
Hingga pada suatu waktu,sang ombak memberanikan diri bertanya kepada karang.
"Hei karang"sapa sang ombak
"Kenapa kau tak jua menyerah menghadapiku??padahal stiap waktu aku menghantammu,setiap saat aku menghajarmu??"tanya sang ombak
sang karang hanya terdiam.
"Tiada jerakah dirimu karang??"sang ombak lanjut bertanya
sang karang tetap terdiam.
"mengapa tiada jawaban yang kau beri??atau tiada jawaban yg kau punya"
"apa kau membutuhkan jawabanku??"akhirnya sang karang berbicara
"Ya"
"Mengapa?"
"Agar tiada lagi tanya yg menggumpal di hati ini"jawab ombak dengan pasti
"Bukankah sudah jelas,semua kulakukan karena cintaku padamu"jawab sang karang
"Cinta" sang ombak hanya terdiam mendengar pernyataan itu,,
Hening memecah suasana,sejenak tenang melanda alam samudra.
Sang ombak lalu melanjutkan perkataannya.
"Semua kulakukan untuk membalas cintamu,walau cintamu datang berima gelombang akan kuterima dalam diamku.Walau cintamu datang bersenandung badai akan kusambut dalam melodi kokohku"
sang ombak hanya terdiam akan jawaban sang karang,meletup letup hatinya mendengar pernyataan itu.
"ombak"sapa sang karang
sang ombak tetap terdiam.
"Jika kau mencintaiku jadilah seperti adanya dirimu,jangan pernah berubah hanya karena rasa cintamu padaku.karena aku mencintai dirimu seperti itu,aku mencintai apa adanya dirimu"pinta sang ombak
tak lama berselang datanglah gelombang besar berbingkai badai,gelombang itu begitu besar seakan membelah garis cakrawala.
"BUuummmmm........"suaranya begitu keras membentur karang.
Sang karang pun hanya terdiam,terpekur diam dalam sunyi.Hanya sebongkah senyum yang menetap di hatinya.
(^_^) 4 u L.O.V.E
MENANTI PAGI - NANDAR AWALUDIN
Bookmarks
Archive
Our Partners
About this blog
About Us
Total Pageviews
Blogger Themes
Poll
Blog Archive
Followers
About Me
Popular Posts
-
“Sedang apa kamu sayang??”Jule terkejut mendengar suara itu,belum selesai keterkejutannya,tiba tiba sudah ada yang memeluk tubuhnya dari bel...
-
Cahaya matahari..Hangatkan jiwa ini Bawa…Bawa…. Bersama kita lalui..Bersama kita rasakan Segala yang terlewati tanpa rasa ragu (Tony Q R...
-
Wajahnya biasa saja,tidak cantik tapi juga tidak jelek.Gadis itu tidak memiliki tubuh yang tinggi tapi dia memiliki kulit putih khas seora...
-
"Brussshhhh......."suara ombak berdebur kencang membentur karang. Suaranya begitu menggelegar memecah diam. Dentumannya teramat ...
-
"Gw suka sama lo tan,gw mau berhubungan lebih jauh lagi sama lo.Gw ga mau sekedar jadi sahabat lo lagi" Suasana hening sejenak,ha...
-
''Huuaaahhhhh..... ..''Risma hanya menghela nafas panjang,tampak sebuah beban masih menghantui kepalanya ''masih se...
Selasa, 09 Agustus 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
“Sedang apa kamu sayang??”Jule terkejut mendengar suara itu,belum selesai keterkejutannya,tiba tiba sudah ada yang memeluk tubuhnya dari bel...
-
Cahaya matahari..Hangatkan jiwa ini Bawa…Bawa…. Bersama kita lalui..Bersama kita rasakan Segala yang terlewati tanpa rasa ragu (Tony Q R...
-
Wajahnya biasa saja,tidak cantik tapi juga tidak jelek.Gadis itu tidak memiliki tubuh yang tinggi tapi dia memiliki kulit putih khas seora...
-
"Brussshhhh......."suara ombak berdebur kencang membentur karang. Suaranya begitu menggelegar memecah diam. Dentumannya teramat ...
-
"Gw suka sama lo tan,gw mau berhubungan lebih jauh lagi sama lo.Gw ga mau sekedar jadi sahabat lo lagi" Suasana hening sejenak,ha...
-
''Huuaaahhhhh..... ..''Risma hanya menghela nafas panjang,tampak sebuah beban masih menghantui kepalanya ''masih se...


0 komentar:
Posting Komentar